PREVALENSI SEROPOSITIF DAN CAKUPAN VAKSINASI ANTRAKS PADA SAPI DI KABUPATEN SRAGEN DAN BOYOLALI

Heris Kustiningsih, Widagdo Sri Nugroho

Abstract


Anthrax is a zoonotic disease caused by Bacillus anthracis, and this disease caused economic loss. Prevention and control of anthrax in Central Java, particularly in Sragen and Boyolali has been done, however, the incidence of anthrax still continue to be reported. This study aims determined the prevalence of anthrax seropositive postvaccination, coverage vaccination and evaluation of efectivity anthrax vaccinations in cattle in Sragen and Boyolali dictrict. Population target were cattle in high risk area in sub-districts in Sragen and Boyolali namely Miri, Tanon, Klego, and Andong. Samples of farmers were selected by simple random sampling and the cattles were taken by cluster sampling, respetively. With the assumption of two cattle ownership per farmer, 210 farmers with 358 cattle were selected. Serology testing was performed by ELISA method. Data was analyzed using 7th version of statistix (analytical software Inc.). Analysis of data includes statistic description. Coverage anthrax vaccination in both districts were 68,2% from 358 cows. Comulative seropositive antibody against anthrax pastvaccination reached 4,9% but in Sragen it self reached 13.2% and in Boyolali only 1.2%. Prevalence of anthrax seropositive postvaccination and coverage vaccination in cattle in Sragen and Boyolali were relatively low. Anthrax vaccinations in both the district did not effective, so that vaccination program should to be improved. Anthrax vaccinations in sragen district more effective than in boyolali 


Antraks adalah penyakit zoonotik yang disebabkan oleh Bacillus anthracis.Kerugian ekonomi yang diakibatkan penyakit ini sangat besar. Upaya pencegahan dan pengendalian antraks di Jawa Tengah khususnya di Kabupaten Sragen dan Boyolali telah dilakukan, namun demikian kejadian antraks masih terus dilaporkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi seropositif pascavaksinasi, cakupan vaksinasinya serta mengevaluasi efektivitas vaksinasi antraks pada ternak sapi di Kabupaten Sragen dan Kabupaten Boyolali. Populasi target adalah sapi-sapi yang berada di kecamatan-kecamatan tertular antraks, baik di Kabupaten Sragen maupun Kabupaten Boyolali yaitu Kecamatan Miri, Tanon, Klego dan Andong. Sampel peternak dipilih secara random sederhana dan pemilihan sampel ternak secara kluster, dengan asumsi kepemilikan per peternak dua ekor, dipilih 210 peternak dengan total ternak sebanyak 358 ekor.Pengujian serum dilakukan dengan ELISA. Data disimpan dan diolah menggunakan statistix versi 7th(analytical software /nc.).Hasil penelitian ini, cakupan vaksinasi antraks di Kabupaten Sragen dan Boyolali mencapai 68,2% dari 358 ekor sapi. Prevalensi seropositif terhadap antraks di Kabupaten Sragen dan Boyolali adalah 4,8%. Total seropositif terhadap antraks pada sapi yang divaksin mencapai 4,9%, di Kabupaten Sragen sendiri mencapai 13,2% dan Kabupaten Boyolali hanya 1,2%.Prevalensi seropositif dan cakupan vaksinasi antraks di Kabupaten Sragen dan Boyolali masih cukup rendah. Vaksinasi antraks di kedua kabupaten tersebut belum efektif, sehingga peningkatkan efektivitas vaksinasi perlu terus ditingkatkan.Vaksinasi antraks di Kabupaten Sragen lebih efektif bila dibandingkan di Kabupaten Boyolali. 


Keywords


Anthrax, prevalence, ELISA, Sragen, Boyolali

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.