TEHNIK BUDIDAYA TANAMAN SUKUN (Artocarpus communis) DI NEGERI TENGAH-TENGAH PULAU AMBON

Dessy A. Marasabessy

Abstract


ABSTRACT

Bread fruit plant (Artocarpus communis) as a carbohydrat sources which has an increasing role in improving the national food security. Bread Fruit contains carbohydrate, protein, fat, vitamins and fiber. Tengah-Tengah is one of the Village in Ambon Island that people cultivate bread fruit in conventional farming systems. Community Of Tengah-Tengah consume this bread fruit in the form of processed, boiled, or fried. Bread fruit has several varieties with high environmental adaptability, and the nutritional values in bread fruit are influenced among others by the genetics, environment, and cultivation. Thus, there is a need to conduct a systematic, from identification the plant type and the cultivation syistem of bread fruit. Tengah- Tengah is one of bread fruit plant production center in Ambon Island. This research was conducted to identify the breadfruit cultivation technique for the improvement and development of breadfruit plants in Ambon Island, especially in Tengah-Tengah village. This research was conducted in Juli — September 2017 in Tengah-Tengah village. This study used purposive sampling method wich is survey and interview. The results showed: 1. Bread fruit plants on the Tengah-Tengah village were cultivated around the house or yard or Dusung (Tradisional Agroforestry), 2. Bread fruit cultivation system in Tengah-Tengah village has been done traditionally practiced for generations, 3. Bread fuit cultivation in Tengah-Tengah is done because it brings benefit:, economically and ecologically. 4. The type bread fruit in Tengah- Tengah village is a medium type (relatively large size ) with the weight of fruit reaches 2.5 kg.

ABSTRAK

Tanaman sukun (Artocarpus communis) merupakan sumber karbohidrat yang semakin berperan dalam meningkatkan ketahanan pangan nasional. Buah sukun mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan serat. Tengah-Tengah adalah salah satu Desa di Pulau Ambon dimana orang mengolah tanaman sukun dalam sistem pertanian konvensional. Masyarakat Tengah-Tengah mengkonsumsi buah sukun ini dalam bentuk olahan, direbus, atau digoreng. Tanaman sukun memiliki beberapa varietas dengan adaptasi lingkungan yang tinggi, dan nilai gizi pada sukun dipengaruhi antara lain oleh genetika, lingkungan, dan tehnik budidaya. Dengan demikian, perlu adanya penelitian yang sistematis, mulai dari identifikasi jenis tanaman dan sistem budidaya tanaman sukun. Tengah-Tengah merupakan salah satu sentra produksi tanaman sukun di Pulau Ambon. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi teknik budidaya sukun untuk perbaikan dan pengembangan tanaman sukun di Pulau Ambon khususnya di Negeri Tengah-Tengah. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli - September 2017 di Negeri Tengah-Tengah. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling yaitu survey dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan: 1. Tanaman sukun di desa Tengah- Tengah dibudidayakan di sekitar rumah atau halaman atau Dusung (Agroforestry), 2. Sistem budidaya tanaman sukun di desa Tengah-Tengah telah dilakukan secara tradisional selama beberapa generasi, 3. Budidaya sukun di Negeri Tengah-Tengah dilakukan karena membawa keuntungan : secara ekonomi dan ekologis. 4. Jenis buah sukun di NegeriTengah-Tengah adalah jenis medium (berukuran relative besar) dengan bobot buah mencapai 2,5 kg.


Keywords


budidaya, Negeri Tengah-Tengah, tanaman sukun 10 Jurnal Agroekoteknologi dan Agribisnis, Vol. 1 No. 1 Edisi Desember 2017

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.