Faktor-faktor Penentu Pengembangan Balai Penyuluhan Pertanian sebagai Simpul Koordinasi Pembangunan Pertanian Wilayah di Kabupaten Cianjur

  • Achdiyat Achdiyat Polbangtan Bogor

Abstract

Pengembangan kelembagaan penyuluhan pertanian mengutamakan prinsip kemitraan dengan strategi menempatkan kelembagaan sebagai penggerak utama kegiatan penyuluhan pertanian di masing-masing wilayah. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Cianjur Provinsi Jawa Barat tahun 2015 dengan responden 62 orang penyuluh dari 8 balai penyuluhan pertanian terdiri dari 32 orang wanita dan 30 orang laki-laki dengan umur berkisar antara 22 sampai dengan 58 tahun bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis faktor yang mempengaruhi pelaksanaan tugas dan fungsi, dan setiap faktor penentu dalam mempengaruhi koordinasi kerja di lingkungan balai penyuluhan pertanian. Pengumpulan data melalui: wawancara, observasi, dan pencatatan. Metode penelitian ini adalah metode survei, jenis penelitian deskriptif eksplanatori. Variabel-variabel peubah bebas, Dukungan Kelembagaan (X1), Manajemen Fasilitas (X2), dan peubah tidak bebas Manajemen Sumberdaya Insani (X3), dan Manajemen Mutu (X4). Analisis data dengan path analysis. Hasil analisis data variabel dukungan kelembagaan dan manajemen sumberdaya insani memiliki keeratan pengaruh dalam mendukung terselenggaranya manajemen mutu, namun untuk variabel independen manajemen fasilitas kurang memiliki pengaruh yang erat terhadap peningkatan kualitas manajemen mutu di balai penyuluhan pertanian yang ada di Kabupaten Cianjur. Sedangkan jika digabungkan secara keseluruhan ketiga variabel secara bersama-sama memiliki pengaruh yang nyata (jalur langsung) dalam peningkatan manajemen mutu.

Section
Articles