Kualitas Fisik, Kimia, Mikrobiologi Susu Sapi pada Peternakan Sapi Perah di Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor

Physical, Chemical, and Microbiology Qualities of Cow’s Milk in Dairy Farm in Caringin District Bogor

  • Wahyuningsih Wahyuningsih Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor
  • Debby F. Pazra Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor
Keywords: chemical, cow's milk, microbiology, physical, quality

Abstract

Each type of milk has different qualities depending on its physical, chemical, and microbiological properties. The aim of this study was to determine the physical, chemistry, and microbiological quality of cow’s milk in dairy farm in Caringin District, Bogor. The milk samples came from three dairy farms in Caringin District, Bogor. Physical properties that observed were pH and density. Chemical properties that observed were BKTL, levels of protein, fat, lactose tested using Lactoscan Milk Analyzer. Microbiological properties that observed were total plate count (TPC) and number of Staphylococcus aureus (S. aureus) which test method refers to SNI 2897:2008. The results showed that quality of the physical and chemical properties of cow's milk in three dairy farms in Caringin District, Bogor according to SNI 3141.1: 2011. Microbiological quality (TPC) of farms A and B were according to SNI 3141.1:2011. TPC of dairy farm A is 1.9 x 105CFU/ml and dairy farm B 2.6 x 105 CFU/ml, whereas dairy farm C wasn’t according to SNI 3141.1:2011 with average of TPC 2.2 x 106CFU/ml. Number of S. aureus in milk in dairy farms A, B and C wasn’t according to SNI 3141.1:2011. Average number of S. aureus on dairy farm A was 1.3 x 103 CFU /ml, dairy farm B 1.4 x 103 CFU/ml and dairy farm C 2.4 x 103 CFU/ml. Cow's milk from three dairy farms in Caringin District, Bogor were still suitable for consumption by heating it before consumption to kill microbial contamination in it.

References

Abubakar, Triyanftini R, Sunarlim H, Setiyanto dan Nurjannah. 2000. Pengaruh suhu dan waktu pasteurisasi terhadap mutu susu selama penyimpanan. Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner. 6(1): 45–50.

Aritonang SN. 2017. Susu dan Teknologi. Padang: LPTIK Universitas Andalas.

[BSN] Badan Standarisasi Nasional. 2011. No. SNI 01–3141–2011. Susu Segar. Jakarta: BSN.

Cahyono D, Masdiana CP, Manik ES. 2013. Kajian kualitas mikrobiologis (total plate count (TPC), Enterobacteriaceae dan S. aureus susu sapi segar di Kecamatan Krucil Kabupaten Probolinggo. Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Ternak. 8(1): 1–8.

Estiasih T, Ahmadi K. 2016. Teknologi Pengolahan Pangan. Jakarta: Rajawali Press.

[FDA] Food & Drug Administration. 2001. Bacteriological Analytical Manual. Amerika Serikat: FDA.

Hadiwiyoto S. 2009. Teknik Uji Mutu Susu dan Hasil Olahannya. Yogyakarta: Liberty

Julmiaty. 2002. Perbandingan kualitas fisik susu pasteurisasi konvensional dan mikroware dengan lama penyimpanan yang berbeda [skripsi]. Fakultas Peternakan. Universitas Hasanuddin: Makassar.

Kadariya J, Smith TC, Thapaliya D. 2014. S. aureus and Staphylococcal Food-Borne Disease: An Ongoing Challenge in Public Health. BioMed Research International. 1-9.

Kurniawan IH, Tasripin DS. 2012. Model kurva produksi susu sapi perah dan korelasinya pada pemerahan pagi dan siang periode laktasi Satu. Media Peternakan. 29(1): 5–46.

Legowo AM. 2002. Sifat Kimiawi, Fisik, dan Mikrobiologi Susu. Program Studi Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro. Semarang (ID).

Mardalena. 2008. Pengaruh waktu pemerahan dan tingkat laktasi terhadap kualitas susu sapi perah peranakan Fries Holstein. Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan. 11(3): 107–111.

Mennane Z, Ouhssine MK, Elyachioui M. 2007. Hygienic quality of raw cow's milk feeding from domestic waste in two regions in Morocco. Int. J. Agric. Biol. 9(1): 46–48.

Meutia N, Rizalsyah, T, Ridha S, Sari MK. 2016. Residu antibotika dalam air susu segar yang berasal dari peternakan di wilayah Aceh Besar. Jurnal Ilmu Ternak. 16(1): 1–5.

Necidova L, Bogdanovicova K, Harustiakova D, Bartova K. 2016. Short communication: pasteurization as a means of inactivating staphylococcal enterotoxins A, B, and C in milk. Journal of Dairy Science. 99(11): 8638–8643.

Nugraha BK, Lia BS, Elvia H. 2016. Kajian kadar lemak, protein dan bahan kering tanpa lemak susu sapi perah Fries Holland pada pemerahan pagi dan sore di KPSBU Lembang. Students e-Jurnal Universitas Padjadjaran. 5(4): 1–15.

Nurmayanti. 2016. Komposisi susu segar dari sapi perah penderita mastitis subklinis di Peternakan Kunak Kabupaten Bogor. [skripsi]. Bogor: IPB University.

Permatasari RI. 2018. Higiene, Sanitasi dan Kualitas Bakteriologis Susu Sapi di Dusun Krajan, Desa Gendro, Kecamatan Tutur Kabupaten Pasuruan. J. Kesehatan Lingkungan. 10(4): 343–350.

Ray B. 2013. Fundamental Food Microbiology. Edisi ke-5. Florida (US): CRC Press.

Roza E, Aritonang S. 2006. Pengaruh lama penyimpanan setelah diperah terhadap pH, berat jenis, dan jumlah koloni bakteri susu kerbau. Jurnal Peternakan Indonesia. 11(1): 74–78.

Septiani M, Drastini Y. 2014. Jumlah total bakteri susu dari Koperasi Susu di Yogyakarta dan Jawa Timur. Sain Veteriner. 32(1): 68–77.

Soeharsono. 1996. Fisiologi Laktasi. Bandung: Universitas Padjadjaran.

Sugitha IM, Djalil. 1989. Susu, Penanganan dan Teknologinya. Fakultas Peternakan. Padang: Universitas Andalas.

Susilorini TE. 2006. Produk Olahan Susu. Jakarta: Penebar Swadaya.

Suwito W. 2010. Bakteri yang sering mencemari susu: deteksi, patogenisis, epidemiologi, dan penegndalian. Jurnal Litbang Pertanian. 29(3): 96–100.

Suwito W, Winarti E, Kristiyanti F, Widyastuti A, Andriani A. 2018. Faktor risiko terhadap total bakteri, Staphylococcus aureus, koliform, dan Escherichia coli pada susu kambing. Agritech. 38(1): 39–44.

Swadayana P, Sambodho, Budiarti. 2012. Total bakteri dan pH susu akibat lama waktu diping puting kambing peranakan ettawa laktasi. Animal Agricultural Journal. 1(1): 12–21.

Tillman AD, Hartadi H, Reksohadiprodjo S, Kusuma SP, Lebdosoekoekojo S. 1998. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Umar, Razali, Novita A. (2014). Derajat keasaman dan angka reduktase susu sapi pasteurisasi dengan lama penyimpanan yang berbeda. J Med Vet. 8(1): 43–46.

Wulandari Z, Taufik E, Syarif M. 2017. Kajian kualitas produk susu pasteurisasi hasil penerapan rantai pendingin. JIPHTP. 5(3): 94–100.

Yusuf R. 2010. Kandungan protein susu sapi perah Friesian Holstein akibat pemberian pakan yang mengandung tepung katu (Sauropus androgynus (L.) Merr) yang berbeda. Jurnal Teknologi Pertanian. 6(1): 1–6.

Zain WNH. 2013. Kualitas susu kambing segar di peternakan umban sari dan alam raya Kota Pekanbaru. Jurnal Peternakan. 10(1): 24–30.

Zurriyati Y, Noor RR, Maheswari RRA. 2011. Analisis molekuler genotipe kappa kasein (κ kasein) dan komposisi susu kambing Peranakan Etawah, Saanen dan Persilangannya. Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner. 16(1): 61–70.

Published
2022-06-29
How to Cite
Wahyuningsih, W., & Pazra, D. F. (2022). Kualitas Fisik, Kimia, Mikrobiologi Susu Sapi pada Peternakan Sapi Perah di Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor: Physical, Chemical, and Microbiology Qualities of Cow’s Milk in Dairy Farm in Caringin District Bogor. Jurnal Agroekoteknologi Dan Agribisnis, 6(1), 1-16. https://doi.org/10.51852/jaa.v6i1.532